Bupati Batu Bara Silaturahmi dengan Menag RI, Bahas Rencana Pembangunan Pesantren hingga Madrasah


 


 

Bupati Batu Bara Silaturahmi dengan Menag RI, Bahas Rencana Pembangunan Pesantren hingga Madrasah

Maung Nusantara
Kamis, 05 November 2026

MAUNGNUSANTARA.ID | JAKARTA - Bupati Batu Bara, DR. H. Baharudin Siagian, S.H., M.Si., melakukan silaturahmi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nazaruddin, di Kantor Kementerian Agama RI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026), pukul 09.00 WIB.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan tersebut, Bupati Baharudin Siagian didampingi Asisten III serta DR. H. Sakhira Zandi, M.Si. Sementara Menteri Agama RI turut didampingi Staf Khusus Menteri Agama, Drs. Ismail Cawidu, M.Si.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan Bupati Batu Bara untuk menyampaikan sejumlah gagasan strategis dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Batu Bara.

Salah satu agenda penting yang disampaikan adalah rencana pembangunan pondok pesantren, Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Batu Bara. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Baharudin Siagian menyatakan kesiapannya menyediakan lahan sebagai lokasi pembangunan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Bupati berharap Kementerian Agama RI dapat memberikan dukungan dan perhatian terhadap rencana pembangunan tersebut, sehingga ke depan Kabupaten Batu Bara memiliki fasilitas pendidikan keagamaan yang semakin memadai dan mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat.

Selain membahas pembangunan pendidikan keagamaan, Bupati Baharudin juga menyampaikan harapan agar Menteri Agama RI dapat berkenan hadir dalam kegiatan Tabligh Akbar yang direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Batu Bara pada Desember 2026 mendatang.

Menyambut baik berbagai rencana tersebut, Menteri Agama RI, Prof. Nazaruddin, memberikan respons positif dan menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke Kabupaten Batu Bara.

"Saya usahakan bisa ke Batu Bara," ungkap Prof. Nazaruddin dengan hangat.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar sekaligus harapan bagi Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama RI, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam dan kegiatan keagamaan di daerah.

Persahabatan Lama yang Dipertemukan Kembali

Di balik pertemuan tersebut, tersimpan kisah persahabatan dan perjalanan panjang perjuangan para tokoh yang hadir. Hal itu disampaikan DR. H. Sakhira Zandi, M.Si., kepada media usai pertemuan.

Sakhira mengungkapkan bahwa dirinya, Menteri Agama Prof. Nazaruddin, serta Staf Khusus Menteri Agama Drs. Ismail Cawidu merupakan sahabat lama yang pernah bersama-sama berkiprah dalam organisasi KMA-PBS (Keluarga Mahasiswa Alumni Penerima Beasiswa Supersemar).

Menurut Sakhira, mereka pernah menjalani berbagai aktivitas organisasi pada kurun waktu 1994–2006. Saat itu, beberapa di antara mereka berkiprah di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sementara dirinya dipercaya menjadi Ketua Umum KMA-PBS Sumatera Utara.

Tidak hanya aktif dalam organisasi, mereka juga pernah mengikuti dan terlibat dalam berbagai kegiatan pelatihan SP2W (Sarjana Pendamping Purna Waktu) program Inpres Desa Tertinggal (IDT), yang pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bappenas RI.

"Ikatan batin di antara kami, anak-anak KMA-PBS, sangat kuat hingga sekarang. Kami pernah merasakan senasib sepenanggungan sebagai anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi memiliki prestasi di kampus sehingga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan," kenang Sakhira.

Ia menuturkan, pengalaman perjuangan bersama tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka. Beasiswa yang diperoleh bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan juga menjadi jalan untuk membangun masa depan dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ditempa Melalui Pelatihan Semi-Militer

Sakhira juga mengenang pengalaman mereka pada periode 1996–2000 ketika bersama-sama mengikuti dan terlibat dalam pelatihan SP2W di sejumlah lokasi, antara lain Cilodong, Batujajar, dan Situ Lembang.

Pelatihan tersebut memiliki karakter semi-militer dan menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Dalam kenangannya, kegiatan itu juga mempertemukan mereka dengan lingkungan pelatihan militer yang ketika itu berada dalam lingkup satuan yang dipimpin Prabowo Subianto.

"Pelatihannya semi-militer. Kami ditempa dengan berbagai pengalaman yang membangun kedisiplinan, mental, dan semangat pengabdian," ungkap Sakhira mengenang masa tersebut.

Ia menambahkan, para alumni penerima Beasiswa Supersemar dari jenjang pendidikan S1, S2, hingga S3 kini telah tersebar di berbagai bidang profesi dan pengabdian. Tidak sedikit di antara mereka yang berhasil meraih gelar doktor, bahkan menjadi guru besar di berbagai perguruan tinggi.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kesempatan pendidikan, perjuangan, kedisiplinan, dan persahabatan dapat menjadi kekuatan besar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.

Pertemuan di Kementerian Agama RI itu pun menghadirkan dua makna sekaligus: memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam membangun pendidikan keagamaan, serta mempertemukan kembali sahabat-sahabat lama yang pernah ditempa oleh perjuangan dan cita-cita yang sama.

Sebuah pengingat bahwa perjuangan pendidikan tidak berhenti ketika seseorang meraih gelar akademik atau jabatan, tetapi terus berlanjut melalui pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Red)